Tentang Bali

Ini kisahku tentang BaliπŸ™‚
Study Tour, Tahun 1997

Durasi: 1 minggu

Ini pertama kalinya saya menginjakkan kaki di pulau Bali. Perjalanan darat, alias naik bus rombongan sekolah. Kala itu, turis masih dibolehkan berjemur dengan telanjang di pantai Kuta. Saya lupa menginap di mana, tapi lumayan banyak tempat yang saya kunjungi (mencoba mengingat-ingat lagi), pantai Kuta, pantai Nusa Dua, pantai Sanur, Monkey Forest Sangeh, Uluwatu, Danau Batur, Tanah Lot, Pasar Seni Sukawati, toko Joger. Sempat juga menyaksikan pertunjukan seni tari Barong dan sejenisnya.
Kesan pertama di Bali, sangat menarik mengunjungi tempat-tempat dengan pemandangan alam yang indah. Tapi saya tidak cocok dengan taste makanan Bali, bahkan untuk menu-menu umum yang biasanya saya makan seperti capcay.
Bulan Madu, 9 – 12 November 2008

Durasi: 3 hari

Bulan madu yang singkat. Dihadiahi paket murah dari seorang teman yang bekerja di sebuah tour and travel di Bali, akhirnya kami berangkat juga berbulan madu ke sana.


Praktis hanya 2 hari kami mengikuti paket travel dan 1 hari bebas. Bali sudah banyak berubah, sudah tidak ada turis yang berjemur telanjang di pantai Kuta, juga di pantai-pantai lainnya. Terlebih juga karena peristiwa bom, ada beberapa bangunan yang belum direnovasi dan masih menyisakan jejak-jejak ledakan bom.
Panorama Bali tetap indah. Kami menginap di Kuta Lagoon. Tiap pagi menyempatkan jalan-jalan di pantai Kuta, dinner di pantai Jimbaran dan berfoto dengan penari Bali, Tanah Lot, GWK, Pasar Seni Sukawati, toko Joger.

Lagi-lagi saya tidak cocok dengan makanan di sana. Padahal saya sudah sempat menikmati masakan ala Sunda dan nasi Padang, tapi kok ya rasanya tetap tidak cocok di lidah saya.😦
Tugas Negara, 23 Oktober 2011

Durasi: kurang lebih 6 jam

Rencana yang mendadak. Hari Jumat diberitahukan kalau pak Wapres akan menghadiri acara di Bali hari Minggu dan tidak ada anggota notulis yang bisa berangkat bertugas. Dengan terpaksa Sekretariat Notulis yang turun menggantikan (dipilihlah saya). Ternyata saya harus ikut dalam rombongan main group, karena tidak dapat tiket pesawat. OMG!!! Memikirkan tugasnya saja sudah bikin panik, ditambah lagi pulang perginya ikut rombongan si Bapak. Harus jaga manner banget nih. Langsung mules 2 hari memikirkannya.😦
Kami berangkat jam setengah 4 sore dan tiba lagi di Jakarta jam setengah 10 malam. Wow,,, bukan Jakarta-Bogor atau Jakarta-Bandung saja yang saya lakoni PP sehari, tapi ini Bali, antar provinsi, antar pulau (seperti slogan bus gede, hehe…).
Saya hanya mengunjungi Inna Grand Bali Beach Hotel selama 1 jam, tempat acara Mahasaba X Parisada Hindu Dharma Indonesia X diadakan. Menyaksikan tarian Bali, juga doa-doa Hindu yang dibacakan oleh 2 orang anak kecil. Sempat terdengar bisik-bisik dari para pemuka agama Hindu yang duduk dekat saya, “Seharusnya kita malu dengan anak kecil itu. Keimanan kita yang tua harus lebih baik. Mereka sudah pintar berdoa.” Benar tuh pak-bu.πŸ˜€
Tentu saja ini pengalaman yang sangat berkesan. Ini “tour” yang lebih singkat. Hanya 6 jam! Ikut rombongan pak Wapres, di pesawat sedikit lebih tenang, karena pelayanan pesawat dilakukan dengan standar no. 1.πŸ˜‰ Melakukan tugas Negara, dan masuk tv, haha…
Kali ini makanan yang disiapkan pas di lidah. Ya iyalah, kan katering dan bakerinya ala Jakarta dengan standar event pemimpin Negara.πŸ˜€

For some experiences there, Bali is gorgeus now and then. I am proud being part of it and I am proud being Indonesian. I love a blue of Indonesia.πŸ™‚

ikemeiske