Berkata-kata

Pagi ini saya mendapatkan semangat lagi tentang cita-cita untuk pergi ke luar negeri, entah untuk belajar atau sekedar berkegiatan menambah wawasan dan pengalaman.

“Kamu masih niat belajar?” Saya jawab, “Masih dong.”

“Kalau gitu kamu mampu, kamu masih muda, kamu punya kesempatan, kamu baru punya anak satu. Dari sekarang siap-siapinlah semua keperluannya. Bahkan kalau mau ambil S3, ambil saja!”

Wohohoho… kalau kuliah S3 itu belum jadi cita-cita, masih angan-angan. Tapi mendengar perkataan itu saya jadi semangat dan optimis loh… terima kasih ya…😉

Kok seperti kebetulan, renungan pagi ini berbicara tentang menjaga perkataan.
Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, dimana perlu, supaya mereka yang mendengarnya beroleh anugerah (Efesus 4:29)

Ada benarnya, karena kata-kata, saya bisa tertawa, bahagia, dan merasa tenang.
Karena kata-kata, semangat yang turun dapat naik kembali.
Karena kata-kata, saya pernah merasa tersanjung.
Karena kata-kata saya, saya bisa dapat diskon lebih besar pada saat berbelanja.😉

Juga, karena kata-kata, pertengkaran terjadi.
Karena kata-kata, semangatpun kendur bahkan lenyap.
Karena kata-kata, seseorang menjadi minder bahkan trauma.
Karena kata-kata, airmata pun berlinang karena sakit hati.

Tumbuh kembang dan pembentukan karakter seorang anak juga dipengaruhi kata-kata yang didengarnya.

Ini menjadi pembelajaran yang kontinyu supaya saya terus berlatih untuk berkata-kata dengan tulus dan jujur, mengatakan sesuatu yang enak didengar dan membangun.🙂

ikemeiske