Parasol Face Sunblock Cream SPF 33

Kesadaran melindungi kulit dari efek buruk sinar matahari muncul lagi setelah membaca forum kecantikan female daily.

Jaman kuliah, sunblock is a must have item. Kulit saya termasuk sensitif. Kena sinar matahari sebentar saja wajah berubah warna seperti kepiting rebus plus kulit tangan menghitam ekstrim. Dulu belum ngerti dandan. Yang penting sunblock yang bisa melindungi wajah dan tubuh serta mudah didapat. Belum ada faktor estetikanya waktu memilih sunblock.

Sunblock mulai saya tinggalkan sejak mulai bekerja. Pertimbangannya lingkungan sudah berubah, yang lebih diperlukan adalah pelembab. Saat itu juga sudah mulai belajar dandan, untuk menghindari jerawat, saya memilih menggunakan pelembab dan bedak saja, tanpa ditambah sunblock dan foundation.

Setelah kena racun forum female daily (pembelaan diri), memilih sunblock wajah yang recommended, Parasol Face Sunblock Cream SPF 33. Kalau ini tidak cocok, bisa ganti dengan alternatif sunblock lain.

Kenapa Parasol Face Sunblock Cream SPF 33?

  • Parasol adalah krim tabir surya yang diformulasikan secara ilmiah, untuk melindungi kulit terhadap akibat-akibat sinar matahari yang merugikan. Tertulis juga PABA Free.
  • Komposisi: Octyl methoxycinnamate, Oxybenzone, Microtitanium dioxide, Methyl benzilidene camphor, Butyl methoxy DIBENZOIL methane.cetil alcohol,tocopherol acetate,red ion oxide,Cl No. 77492, Sodium lauryl sulphate, Propyl paraben, Methyl paraben, Aloe vera, Purified water. Sebenarnya ga semua komposisi ini saya mengerti, tapi banyak yang bilang, para dokter merekomendasikan sunblock ini karena kandungannya yang tidak berbahaya.
  • Diproduksi oleh PT SURYA DERMATO MEDICA LABORATORIES Surabaya, Indonesia a.k.a produksi dalam negeri a.k.a dijual bebas a.k.a peluang mendapatkannya lebih mudah, ga perlu belanja online. Fyi, saya membelinya di apotek kompleks saya di Jakarta Timur, sepedahan saja dari rumah, seharga Rp49.500, kemasan 20 gram netto.
  • “Krim pelindung terhadap sinar matahari yang mengandung Aloe Vera dan Vitamin E, bekerja melindungi kulit akibat pengaruh buruk sinar matahari sekaligus menjaga kelembaban kulit sehingga tetap lembut, halus.dan tidak kering. Dapat dipakai sebagai alas make up yang baik.” Kali ini faktor kecantikan dipertimbangkan.
  • Krim berwarna coklat (hanya tersedia satu shade) namun transparan begitu diaplikasikan.
  • Setelah 2x pemakaian ini, ternyata benar, krim ini tidak berminyak dan tidak lengket.
  • Teksturnya krim, cepat meresap dan gampang nge-blend. Sunblock ini saya aplikasinya tipis saja dan dikombinasikan dengan pelembab tea tree TBS dan twc PAC. Hasilnya matte sampai dengan selesai makan siang dan bedak lebih lama stay on-nya. Pemakaian jangka panjang tidak menimbulkan jerawat.
  • Tidak berbau.
  • Ternyata cukup ampuh, first trial langsung nantangin matahari sepanjang hari. Wajah ga merah-merah, ga gatal, ga menghitam.
  • Update (2013): produk ini mengklaim “Tidak terhapus karena berenang dan berkeringat”. Ternyata terbukti. Artinya secara fungsi, saya pakai saat outbond dan rafting dari pagi hingga menjelang sore, tidak sempat touch-up, bedak di wajah pun memudar karena keringat dan usapan handuk. Namun efek setelahnya kulit wajah memang menggelap sedikit dan tidak ngeletek. Efek kulit menggelap dan ngeletek biasanya terjadi setelah rafting.

Tentang kemasan, saya sependapat dengan yang lain kalau kemasannya ‘ga banget’, seperti kemasan salep. Ga masalah, yang penting hasilnya.šŸ™‚

So far, puas banget dengan sunblock ini. Namun sekarang Parasol bukan saya jadikan daily used, tetapi untuk kegiatan yang benar-benar membutuhkan proteksi ekstra dari efek buruk sinar matahari. Untuk hari-hari saya pakai makeup yang menyertakan sunscreen atau sunblock dengan spf 15.

Saya pernah baca sebuah artikel, pemakaian sunblock di Indonesia cukup dengan spf 15, intinya adalah re-apply setiap beberapa jam sesuai kebutuhan. Untuk pemakaian sunblock secara terus-menerus dapat menyebabkan warna kulit lebih gelap dan kelembapan kulit berkurang. #CMIIW

 

Rate: 4/5

ikemeiske