Motivation and Blessing

Wah… sudah lebih dari satu bulan tidak menulis di blog. Padahal sedang tidak sibuk dan ada banyak hal menarik yang (sebenarnya) bisa dibagikan. Mungkin si sumber ide sedang tidak produktif.  #pembelaandiri

Ada beberapa hal menarik di pagi ini.

Tentang renungan pagi ini berjudul Harta Surgawi. Namun ada ayat menarik yang menyentuh saya, “Tetapi Yesus memandang dia dan mengasihinya…”  Saya belum sempurna taat kepada-NYA, tetapi apapun kondisi saya, DIA tetap memandang saya dan mengasihi saya. Thank you Jesus…

Tentang berita hangat kepergian (mantan) Menteri Kesehatan, ibu Endang Rahayu. Banyak yang memberikan testimoni dan komentar positif tentang beliau, khususnya tentang karyanya dan perjuangannya melawan kanker paru-paru. Beruntung saya juga membaca kutipan sambutan ibu Menteri tanggal 13 April 2011 dalam rangka menyambut penerbitan buku “Berdamai dengan Kanker”
“Saya sendiri belum bisa disebut sebagai survivor kanker. Diagnosis kanker paru stadium 4 baru ditegakkan lima bulan yang lalu. Dan sampai kata sambutan ini saya tulis, saya masih berjuang untuk mengatasinya. Tetapi saya tidak bertanya, “Why me?” Saya menganggap ini adalah salah satu anugerah dari Allah SWT. Sudah begitu banyak anugerah yang saya terima dalam hidup ini: hidup di negara yang indah, tidak dalam peperangan, diberi keluarga besar yang pandai-pandai, dengan sosial ekonomi lumayan, dianugerahi suami yang sangat sabar dan baik hati, dengan dua putera dan satu puteri yang alhamdulillah sehat, cerdas dan berbakti kepada orang tua. Hidup saya penuh dengan kebahagiaan. So… Why not? Mengapa tidak, Tuhan menganugerahi saya kanker paru? Tuhan pasti mempunyai rencana-NYA, yang belum saya ketahui, tetapi saya merasa SIAP untuk menjalankannya. Insya Allah. Setidaknya saya menjalani sendiri penderitaan yang dialami pasien kanker, sehingga bisa memperjuangkan program pengendalian kanker dengan lebih baik.
Bagi rekan-rekanku sesama penderita kanker dan para survivor, mari kita berbaik sangka kepada Allah. Kita terima semua anugerah-NYA dengan bersyukur. Sungguh, lamanya hidup tidaklah sepenting kualitas hidup itu sendiri. Mari lakukan sebaik-baiknya apa yang bisa kita lakukan hari ini. Kita lakukan dengan sepenuh hati. Dan… jangan lupa, nyatakan perasaan kita kepada orang-orang yang kita sayangi. Bersyukurlah, kita masih diberi kesempatan untuk itu.”

Tentang dua status teman bbm saya.
@Neta Cute: I’m not perfect, but I’m limited edition
@riza tegar prisandi: #bersyukur itu menular

Betapa hidup ini indah bila dijalani dengan rasa syukur dan positive thinking and action.

ikemeiske