Puncak Peringatan Hari Nusantara 2012 – Nusa Tenggara Barat

Sudah saya niati kalau dinas saya ke provinsi Nusa Tenggara Barat akan saya posting ke blog, dan… baru terealisasi hari ini, setelah 6 bulan acaranya berlalu. *maaf telat*

Provinsi NTB memiliki bandar udara baru yaitu Bandar Udara Internasional Lombok (BIL), terletak di Tanah Awu, Kabupaten Lombok Tengah, atau 26KM dari kota Mataram. Jauh ya,,, Untung bukan Jakarta, perjalanan panjang ke Mataram dapat ditempuh tanpa macet.

ImageBIL memiliki lahan lebih luas dibandingkan bandar udara terdahulu, yaitu Bandar Udara Selaparang, sehingga memungkinkan pesawat berbadan lebar mendarat di sini.

Selama di Lombok saya menginap di Hotel Santika, Mataram. Tentang kualitas hotel ini sudah tidak diragukan lagi.

Image

Provinsi NTB itu luas sekali. Pusat kegiatan kami ternyata di Pantai Labuhan Haji, Lombok Timur. Cukup 2,5 jam lama perjalanan dari Mataram.

Image

Namanya sedang bertugas, rela berangkat jam 6 pagi demi mendukung lancarnya acara Puncak Peringatan Hari Nusantara 2012.

Hari Nusantara dicanangkan pada tanggal 13 Desember 1999 oleh Abdurrahman Wahid dan selanjutnya diperingati setiap tahunnya. Acuan Hari Nusantara adalah Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957. Penetapan hari ini dipertegas oleh Presiden Megawati melalui Keputusan Presiden RI Nomor 126 Tahun 2001 tentang Hari Nusantara, sehingga tanggal 13 Desember resmi menjadi hari perayaan nasional tidak libur.

Image

Image
Salah satu atraksi pembuka yang dilakukan oleh para taruna muda

Kembali ke Lombok, pulau ini terkenal dengan pantainya yang indah. Sayangnya saya hanya berkesempatan melihat Pantai Labuhan Haji yang menurut saya kurang mewakili keindahan pantai-pantai lainnya. Tentang Pantai Labuhan Haji dapat dilihat di sini.

Saya tertarik dengan snack box yang dibagikan pada saat acara. Makanan kecil yang disajikan merupakan makanan kecil pada umumnya yang merupakan usaha kecil masyarakat setempat. Yang unik adalah ubi sebagai bahan utamanya. Bolu atau kue kering rasa ubi? Itu soal selera, yang pasti rasanya enak sekaligus unik.

Satu jenis yang baru saya makan adalah kerake. Kerake merupakan cemilan tradisional khas Lombok. Menurut info yang saya dapat kerake ini biasanya terbuat dari ketan, rasanya manis. Saya belum pernah mencicipi yang dari ketan ini sehingga saya tidak dapat membandingkan dengan kerake ubi. Namun saya suka rasa kerake ubi ini. Berikut penampakannya.

NTB2ikemeiske