Seoul for Working – Late Post

Saya pernah bertekad dalam hati — di dalam hati saja, kalau dipublikasikan dan tidak terealisasi malu — kalau diberi kesempatan ke luar negeri, saya akan pakai kesempatan pertama itu untuk melakukan sesuatu, entah belajar atau bekerja dan bukan sekedar jalan-jalan. Itu sebabnya saya sempat malas-malasan bikin paspor. Paspor yang saya punya baru paspor biru, terkait dengan tugas pertama saya ke Seoul Korea Selatan. Dream comes true. ^_^

Tugas saya sebagai notulis alias keynote taker atas kegiatan-kegiatan Wakil Presiden di Seoul.

Pastinya dinas kali ini sangat berkesan. Selain karena ini pertama kali saya melakukan perjalanan jauh ke luar negeri, sempat ketemu (sisa-sisa) salju pula, perjalanan kali ini juga bertepatan dengan ulang tahun Wakil Presiden Boediono ke-70.

Ini kursi saya di pesawat yang juga membawa pak Wapres.
Ini kursi saya di pesawat yang juga membawa pak Wapres.
blogKerja
‘Alat perang’ saya yang super manual. Hari gene masih tulis-menulis, hahaha…
Salah satu kegiatan, audiensi dengan beberapa pengusaha Korea Selatan.
Salah satu kegiatan, audiensi dengan beberapa pengusaha Korea Selatan.

Ini puncaknya, 1 hari setelah pelantikan Presiden Korsel, pak Wapres dijadwalkan bertemu dengan sang presiden yang baru. Hal yang cukup menegangkan adalah saya diplot untuk mengikuti kegiatan ini dan mendapat hak akses masuk the Blue House! Saya satu-satunya ‘orang biasa’ di antara 9 orang penting lainnya yang berhak ikut acara ini. Wow!

Liputannya ada di sini.

blog1

blog2

ikemeiske