Tentang Pekerjaan

Sudah lama sekali saya tidak me-update blog. Terlalu banyak yang ingin saya share selama satu terakhir belakangan ini tetapi selalu tertunda dan akhirnya cerita itu menguap. Mungkin suatu hari akan saya tuliskan.

Dad

Tetapi posting gambar oleh salah satu teman Facebook ini berhasil secara spontan membuat saya menengok blog tercinta ini.

25 Agustus 2015 merupakan hari yang melegakan untuk saya. Saya dilantik untuk jabatan baru. Beberapa lama saya berharap dapat berganti partner kerja. Bukan semata karena jenuh tetapi lebih karena saya merasakan hubungan personal yang sudah tidak sehat dengan salah satu personil dan hal itu harus diakhiri sebelum menjadi lebih parah. Sebut saya kalah atau tidak tahan uji. Buat saya terserah saja. Saya hanya ingin hidup damai. Pelantikan ini sungguh melegakan.

Kelegaan tidak berlangsung lama. Tantangan barusudah di depan mata. Saya ditempatkan di Bagian Perbendaharaan. Bidang pekerjaan yang baru dengan ritme kerja yang sangat bertolak belakang dengan Bagian Teknologi Informasi, bidang kerja saya sebelumnya. Tantangannya tidak hanya menuntut saya menguasai bidang tersebut, tetapi lebih tepat dikatakan saya wajib menguasai bidang baru ini dengan sangat cepat.

Sudah 3 minggu saya bekerja. Tantangan demi tantangan dengan cepat muncul silih berganti. Dampak yang sangat terasa adalah jadwal pumping berantakan dan jarang touch-up wajah. Mudah-mudahan ga bikin saya jadi sering pulang malam ya… Semoga…

Ada kelegaan, ada tantangan. Semua selalu seimbang di dalam hidup. Di saat lelah seperti sekarang, gambar tentang ayah ini menjadi motivasi bekerja.

Papa was the person who always support me. He always trust me.

My job now was his pray. It was his pride. Papa selalu semangat mengantarkan saya ke kantor. Dia pernah bilang, “Papa senang antar kamu ke kantor. Walaupun hanya di gerbang kantor kamu, papa bangga, apalagi kamu yang bisa masuk. Lihat, saudara-saudara kita yang terpandang belum tentu seberuntung kamu.”

Saat sedang galau di kantor, sungguh kalimat itu menjadi motivator ampuh.

Thank you dad. ‘Kan kubuktikan kumampu penuhi maumu…’